Monday, December 31, 2012

Dust

Hai. Selamat malam, kamu. 

Izinkan aku untuk kembali menatap indah senyummu, kita, walau hanya dalam sebuah foto. 
Izinkan aku kembali merasakan hangatnya candamu, cerahnya tawamu, dan bahagianya aku, dulu..

Izinkan aku untuk membaca pesan singkatmu yang sampai sekarang masih belum kunjung kuhapus. Haha. Bodoh. Tak apa. Aku suka. 
Hanya, izinkan saja aku untuk sebentar saja mengulang kembali momen, kenangan, senyum malu malu-ku saat menerima pesanmu. Betapa salah tingkahnya aku menerima pujianmu. 
Tolong biarkan aku mengenangnya dulu. 

Entah apa yang direncanakan iTunes malam ini. Apakah dia berniat untuk membuatku semakin terpuruk dengan secara acak memutar Don't You Remember dari Adele? Tidak kah ia tahu aku sudah cukup lelah menyakiti diri sendiri, dengan terus menerus memikirkan seseorang yang, sudahlah. Entah setebal apa mukaku sekarang ini, terlalu bebal untuk sadar ini semua harus diakhiri. 

Entah. Hanya saja, liriknya relate sekali. 

When was the last time, you thought of me? Or have you completely erase me from your memory ...
Kamu tau? Apa hal yang paling aku sesali sekarang? Kebodohanku membiarkanmu mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Iyaitu. Seandainya saja aku tidak pernah memberitahumu, atau apalah. Yakin. Pasti akhirnya gak bakal begini. Gabakal ada yang tersakiti kayak begini. Ga bakal ada yang berubah. Tapi sekarang, aku mau ngapain lagi? Sholat tahajud 100x pun gabakal ngerubah apapun. #hmpt

Oke. Apakah sebaiknya aku buat pengakuan saja disini? Oke, baiklah. Semoga kamu baca. Tapi sebaiknya jangan sampe. Ah. Gimana sih Nab.

Kamu pernah tanya, sejak kapan aku suka kamu? Aku gak bohong kala itu. Beneran, aku emang gatau. Mungkin tepatnya, lupa. Entah. Jawabannya? Sama kayak kamu. Tapi dulu itu, gatau kenapa aku gapernah cerita ke siapapun soal ini. Jadi kayak semacam secret admirer gitu. hmpt.

Kamu juga pernah tanya kenapa aku suka kamu? Iya kalo itu, karena emang aku gatau kenapa. Ah. Ini beneran. 

Yaudahlah. People changed. Life goes on. 

Laaaast, ya semoga kamu berbahagia selalu dengan teman barumu itu, wqwqwq. Dan semoga aku juga bisa menjalani hari hari seperti biasa, ya semoga. Udah mau tahun baru lho Nab!!!!!!!!!! Semoga ituu sukses UN. ya? Then, beneran. Ini tulus. Semoga kamu baik baik terus. Semoga kamu, iyaitu. Bahagiaa. Sukses sama kyd, ya, ataupun siapapun itu nanti :-)

Sunday, December 30, 2012

Mengapa? Hujan?

Aku selalu suka momen kala hujan seperti ini. Ia dengan magisnya dapat membawa kenangan kembali, yang sebenarnya tidak sepenuhnya pergi; hanya sembunyi. Kemudian bermain dengan angan angan, berkhayal, mereka - reka ; 'mengapa?' 'coba saja..' 'seandainya' ..

Ah. Mengapa? Sudah dia katakan berkali kali, memang harus begini.
Tapi, coba saja ... Coba saja apa? Tak ada yang perlu diulang .
Seandainya saja .. Sudahlah. Ini pasti yang terbaik.


Hujan? Mengapa? Aku hanya butuh jawaban. Atas pertanyaan gamang, beralas luka takberperi ini ; masih sama : Mengapa ia harus pergi?


Hujan tetap diam. Aku pun kembali sepi. Coba saja tanyakan pada petir, kalau berani. 

Wednesday, December 26, 2012

Stay Still ..

Hai. Selamat sore, kamu yang disana.Yang masih menyimpan rasa untuk yang disini; enggan mengubur rasa, walau jarak memaksa. Aku salut akan keteguhan hatimu, kawan. Walau aku takpernah tahu rasanya menjadi penggemar rahasia, setidaknya aku tahu benar bagaimana rasanya bertepuk sebelah tangan. :") Tetap semangat!

Ah iya. Bagaimana liburan? Liburan kemana?
Ah. Liburan kali ini terasa memuakkan. Terlalu banyak membawa ingatan. Selalu memaksa mengorek kenangan. Bagaimana dengan kalian? Sudahkah menghapus namanya dari relung hati? Sudahkah mencoba untuk tidak peduli? Showeran rutin mungkin akan membantu. krik.

:babipunmenggelinding:

Ah. Tidak adakah yang ingin tahu kabarku? Aku masih sama, fyi. Aku masih cantik dan unyu seperti dulu. Liburan tidak banyak mengubahku soal perasaan ; masih saja mencintai dalam dalam orang yang sama. Dan juga, masih saja tidak berbalas. h4h4

:babipunmenggelindinglagi:

Ah, sebenernya masih banyak yang mau ditulis. Tapi mau siap siap les dulu. Hish. Yaudahlah. Ketemu lagi di post selanjutnya. daah *lambaiunyu*

Wednesday, December 19, 2012


Dalamnya perasaan seseorang tak bisa diukur dari kata-kata yang dia ucapkan. Semua diukur melalui tindakan nyata.

-@dwitasaridwita

Karena kamu ..........


Ah. Malam sudah terang. Namun jiwaku masih gelap. Masih. Kuperhatikan lampu lampu jalanan yang berpendar tanpa antusias. Dari jendela kamarku, kuperhatikan setiap orang yang lalu lalang. Bertanya, ‘akankah kutemukan kamu di kerumunan?’  Yah. Mudah untuk menemukanmu di antara ribuan orang sekalipun ; kamu yang paling terang.

Kutarik dalam napas ku. Membiarkan oksigen mengisi penuh paru paru. Masih menatap jalan. Kosong. Sesekali tersenyum. Mengingat berbagai hal, yang mustahil akan terulang.

‘kamu harus berjuang buat ngelupainnya’ .

Memberi banyak kenangan, lalu dengan mudah menyuruh untuk melupakan. Cih. Tak sesederhana itu. Kamu. Mudah untukmu untuk melupakan, mungkin. Karena, apalagi yang harus diingat? Apalagi yang harus dikenang? Aku memang tidak pantas diingat, kan? Tak pernah seberarti itu kan untuk dikenang? Untukmu.

Untukku? Sudahlah. Tak usah tanyakan seberapa berarti nya kamu untukku. Coba pikir. Sudah ditinggal, dilupakan, ah. Tapi masih saja bertahan. Well, you must be special.
Ya, mungkin itulah alasan mengapa aku masih bertahan sampai sejauh ini.

Karena kamu ... (masih)istimewa.mungkin..........






Wednesday, December 12, 2012

Seharusnya aku tak terlalu menggantungkan senyumku pada senyumanmu, agar saat kugagal memilikimu; tak ada air mata. -@dwitasaridwita

Sunday, December 2, 2012


Saya tak berharap kamu kembali, tapi kalau kamu sudah berubah
 menjadi lebih baik, maka saya turut senang mendengarnya

-@dwitasaridwita

Friday, November 30, 2012


“ If you don’t do stupid things while you’re young, you’ll have nothingto smile about when you’re old “ 

Selamat Malam ....


Selamat malam, kamu yang masih bimbang. Mau ninggalin susah, mau netap tersiksa. Aduhai. Salam super ajadeh.

Selamat malam, kamu yang masih gagal move on. Kok belum tidur? Udah jam 10 sekian lho, ntar kesiangan. Apa? Oh. Masih ngestalk TL dia. Oh. Gitu.

Selamat malam teman seperjuangan, IX-a selamat belajar kawan. Jangan pelit jawaban besok, plens. Kita teman seperjuangan, ingat? Salam gerahpolo aja ya.

Selamat malam warga twitter yang saya banggakan, terutama @Aalikalika yang malam hari ini setia menemani saya ngobrol ngalor ngidul seputaran anu – s . Obrolan kita semakin nyambung dari hari ke hari, Lik. Apa mungkin kita jodoh?

Selamat malam kalian kalian yang masih nyari tulang rusuk, tapi belum ketemu ketemu. Cobadeh intropeksi diri, sholat udah lima waktu belum? Puasa senin kamis jalan aja ga? Ngaji bolong bolong? Sedekah masih suka lupa gak? Orangtua dihormati ? Cinta islam sampai mati gak? Sadar diri aja, ya *showeran*

Selamat malam saja untuk semua kalangan, kasta, jomblo, *maaf* tidakjomblo, selamat malam selamat malam. Semoga mimpi indah. Coba deh kalo tidur entar gulingnya diperiksa dulu, siapa tau warnanya putih, punya mata. Coba cek juga kolong tempat tidurnya, sapa tau ngeliat mbak mbak rambut panjang, ajak kenalan aja dulu. Siapatau jodoh.
Last but not least, selamat malam untuk kamu. Siapapun disana. Gatau ini buat siapa. Yaudahsih. Sukses untuk besok. 

Kamu Kenapa Gak Bisa Move On?


 Kamu Kenapa Gak Bisa Move On?


Heyho! Apa kabar? Masih nunggu dia ngehubungin duluan padahal kamu yang kangen? Mau sampe kapan?… Apa? Oooh, kamu bukan siapa-siapanya dia. Pantes.
Anyway, kali ini gue pengen nulis tentang kegelisahan banyak orang nih. Mungkin termasuk kamu. Iya, tentang move on.
Move on kalo dibayangkan bisa semudah terbang, kalo dilakukan bisa semudah berjalan… ketika lumpuh.

Banyak banget orang yang gak bisa move on, ada juga yang gak mau move on, bahkan ada yang gak bisa dan gak mau move on. Yang baru-baru ini rame juga sekarang sering ada yang gak move on, padahal memiliki aja gak pernah. Aneh, kan?
Dari pernyataan gue tadi di atas, bisa ditarik kalo move on itu bukan cuma masalah bisa, atau mau. Tapi harus mau, dan harus bisa. Kalo salah satu aja nggak ada, bakalan sulit.
Setelah melakukan pengamatan pada pengalaman-pengalaman gue dan pengalaman-pengalaman orang lain, gue rasa ada beberapa faktor kenapa orang susah move on. Cekidot!
Sebenernya alasan “gak mau” dan “gak bisa” itu kurang masuk akal menurut gue, karena itu bukan alasan yang sesungguhnya. Selalu ada alasan-alasan lain di balik itu semua.
Ketemu Tiap Hari
Gimana bisa kamu move on dari orang yang tiap hari ketemu? Masih satu lingkungan? Pasti rasanya nyesek banget kamu putus dari orang itu, tapi liat dia setiap hari, entah karena satu kelas, satu organisasi, atau satu tongkrongan. Pokoknya nyesek deh.
Ini juga sering dijadiin ‘excuse’ buat gak move on. “Ah, ketemu tiap hari. Jadi, puat apa move on?”
Kadang herannya lagi, pas dia udah bisa move on duluan dengan punya pacar lagi, itu malah bikin kamu tambah gak bisa move on. Aneh.
Teman-Teman yang juga Temannya Dia
“Eh, lo udah putus sama dia?”
“Si [nama mantan] ke mana? Kok kalian gak pernah bareng lagi?”
Kalimat-kalimat kayak di atas dari temen-temen tuh yang bikin susah move on.
“Kok bisa? Kalian kan serasi banget?”
Apalagi kalo ditambah kalimat itu setelah tau kamu udah putus sama dia.
Penasaran
Masih ada yang belum terselesaikan. Sesederhana itu. Makanya ada orang yang gak pernah milikin dia aja susah move on dari dia, ya karena penasaran itu. Padahal kalo udah pernah milikin, mungkin malah jadi gampang move on.
Entah apa yang belum terselesaikan, intinya masih belum selesai. Sayangnya, ada yang menyalahgunakan rasa masih sayang orang lain untuk membalas dendam, misalnya dengan pura-pura gak bisa move on buat balikan terus bales semua perlakuan dia.
Faktor Eksternal yang Harusnya Gak Jadi Penghalang
Biar jelas, langsung gue beri contoh aja: gak dapet restu orang tua, beda agama, atau keduanya.
Sudah Terlalu Jauh, Sehingga Semuanya Terlalu Berharga
Sulit rasanya merelakan orang yang sudah terlalu banyak memberi kenangan, terlepas itu indah atau pahit.
Ini alasan yang paling sering dijadiin ‘pemakluman’ untuk orang buat gak move on.
Kalo kamu, gak bisa move on karena apa? Kayaknya yang gak bisa move on padahal memiliki aja gak pernah nih.
Yang mana pun penyebab kamu nggak move on, keputusannya ada di kamu sendiri, selama gak bikin menyesal. Karena ada loh orang yang menikmati ke-tidak-move-on-annya. So, tetap semangat!

repost from : http://daraprayoga.com/?p=385

Wednesday, November 28, 2012


Rindu

Karena semua hal tentangmu selalu menghasilkan rindu. Tapi, pantaskah aku bicara rindu? Rindu. Entah. Sebenarnya apa yang kurindukan? Kamu? Atau kenangan?
Bukannya aku berharap hadirnya kamu di hidupku, lagi. Tapi, entahlah. Aku hanya rindu. Entah pada siapa, atau apa.  

Tuesday, November 27, 2012


“Membaca kembali pesan singkat yang sengaja kausimpan di folder khusus, dan kau menyadari; dia berhasil membuat rindu”  


-@dwitasaridwita

“Pernah kepikir gak sih gitu, kalo sayangnya cuma
dalam hati, dia gimana nerimanya?”

-@landakgaul

Saat kita udah lelah dengan semua kenyataan yang ada, terkadang kita lebih memilih untuk hidup dalam angan angan saja. 





Ovi Caem Abiezt

Monday, November 26, 2012

Selamat Malam :-)



Selamat malam, semesta .






Selamat malam teman teman 9 – A . Salam super, kawan. Sukses untuk besok.


Selamat malam Ayah, Ibu, aku sayang kalian; selalu.


Selamat malam untuk kalian yang masih menunggu dalam ketidakpastian; 

Kalau satu satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri, lalu mengapa masih menunggu?



Selamat malam untuk kalian yang masih berharap. . Masih belum lelah?


Selamat malam untuk kalian yang selalu merapal doa untuknya; berharap ia selalu dalam lindungan-Nya. Berharap ia bisa cepat putus dari pacarnya . .


Selamat malam untuk kalian yang masih belum lelah jadi Secret Admirer. 
Mau sampai kapan jadi pengagum rahasia terus? Mana dia tau kalo kamu mainnya rahasia-rahasiaan. 
Semua orang punya hak buat nyatain perasaannya duluan; gak peduli kamu cewek, apalagi cowok. 
Ngomong aja kali, siapa tau dia juga punya rasa sama kamu. Kalo ternyata dia emang gak suka sama kamu, yaudah sih. Senyumin aja. At least, you’ve did the right thing..

Selamat malam untuk kalian yang masih belum bisa move on. 
Tenang, bray. Yang penting diniatin dulu. Kalo udah niat, insya allah dimudahin tuh sama Allah. 
Asal jangan ngebacain chat history mulu setiap malem :/



Selamat malam untuk saudara saudara ku di Gaza. Semoga Allah selalu memberikan kalian kekuatan, ketabahan, dan kebenaran.

Badai pasti berlalu, kawan :”)


Last but not least,

Selamat malam untuk kamu. Yang sampai malam ini masih terus spesial. Masih belum absen mengisi dimensi pikiranku.

Selamat malam. Semoga mimpi indah.


Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan Tuhan. 



Semoga masih ada hari esok. 




Semoga palek pentol selalu dimudahkan rejeki-nya. 




Semoga, semoga ..


Amin.

Oh. Gitu.


Move on itu memang susah, sakit, dan terkadang kita lebih memilih buat ada di bayang bayang masa lalu daripada menerima kenyataan. 

Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan terus terusan berharap dia bakal ngajak balikan? 

Padahal dianya aja habis putus udah gak ada respon positif ke kamu. Kamu aja yang ke GR an kalo dia masih ada rasa ke kamu. Udah lupain aja, tinggalin aja. Cari yang lain.

Move on itu cuman tentang niat, kok. 


"Jika aku bukan sesuatu yang penting untukmu, mengapa kau menjadi sesuatu yang penting untukku?"

 Ovi Caem Abiezt

Randomly keinget kata kata Ovi di telpon tempo hari,

“Nab, kalo gak ada ini, mungkin kamu gak bakal maju maju”

“ Ini “ refers to kenyataan

“ Maju” refers to moving on.

Got it? :>

Does she just need time, or ..


Siang, jomblo sekalian. Lagi pada apa?

Siang ini, ditemani Goodbye nya Airsupply, dan sebungkus puing puing hati yang tersakitiiihhhh, Nabila belajar Biologi dengan sungguh sungguh.
 Sempat terjadi konflik batin dalam diri Nabila, tidak bisa membedakan neuron dan nefron; yang belakangan ia sadari sangat jauh berbeda keyakinan-nya. Saat ditanya sedang galau apa tidak, ia langsung bangkit dan membanting topi LH. “Najis. Galauin orang yang gak galauin kita itu gak baik tau.. mending galauin soal fisika yang gak tentu arah jalan pulang nya.” 

Nabila tertegun. Nabila bingung arah jalan pulang. Nabila bimbang antara bertahan dan jalan terus. Nabila pusing. Akhirnya, Nabila yang udah kehilangan mood buat belajar, beranjak ke sofa merah di bawah jendela kamarnya. Sambil bertopang dagu dan menatap jendela, Nabila ngelus ngelus kumis tipis di bawah dagunya; berpikir. 

Nabila malu mengakui kalau ia masih mikirin si Bima. Nabila gakmau dibilang munafik. Nabila udah minum yakult setiap hari, tapi si Bima teteup gamau pergi. Capek sebenernya nyakitin diri sendiri terus, setiap hari. Tapi mau gimana lagi? Mikirin Bima udah jadi kebiasaan. Susah buat berhenti. 

Mungkin Nabila hanya perlu waktu. Both for accepting the fact that he ‘s already had the new one, and for deciding the right choice; whether is holding on, or just leave.


Emang beberapa orang itu kalo belum ditampar kenyataan belum mau move on sih. -@landakgaul

Sunday, November 25, 2012

What past is past. But still, I can’t get over this.


Sayangnya, perasaan ku lagi lagi masih sama saat aku bangun pagi ini. Masih belum lelah untuk berharap kamu akan menyapa, “selamat pagi”. Terlalu bebal untuk sadar bahwa semua keacuhanmu itu adalah semua penolakan. Aku hanya masih terlalu naif untuk berhenti menyakiti diri sendiri dengan selalu berharap ‘kita’, suatu hari nanti; mungkin akan sama lagi.

Sayangnya, ada beberapa hal yang memang tidak akan pernah bisa sama lagi. Entahlah. Aku lagi lagi menyangkal, “Ya, mungkin beberapa hal emang ga akan bisa sama lagi. Tapi, ‘kita’ masih mungkin buat bisa sama sama lagi, kan?” Hahaha. Miris memang..

Sayangnya, aku memang terlalu bodoh. Selalu (pura-pura) salah mengartikan semua perlakuanmu ke aku sebagai sebuah harapan. Walaupun, sebenarnya aku pun tau, semua itu cuman hal biasa ; bukan apa apa ; bukan kode buat ngajak balikan; aku tau kok. :sendal: Tapi lagi lagi, karena aku terlalu bodoh, aku melakukan semua itu hanya untuk membuat  ku merasa jauh lebih baik . 

What past is past. But still, I can’t get over this. 

Beberapa peristiwa memang ditakdirkan hanya bisa kauingat, kaukenang, bukan untuk terulang. -@dwitasaridwita

Selamat Hari Minggu :>


Pagi, mblo. Selamat hari Minggu. Cuman mau ngingetin, besok udah Senin. Siap siap ketemu tugas aja. Udah, gausah galau karena belum ada nyelesein tugas. Masih ada beberapa jam kok hari Minggu nya. Nikmatin aja dulu ..
Najis. Besok.senin.gue.TDS. What a wonderful Sunday. Hari ini bener bener harus diisi dengan mantengin soal TDS Matematika yang suer gak imut sama sekali. Kepala gue hampir keriting dan miring sejak tadi bergelut sama soal nomor 8 yang entah kenapa gak kunjung nemu tulang rusuknya. Ditambah lagi, pikiran pikiran absurd gue tentang bi ahh. Malem tadi. Jis. Najis.
Yaudah sih. Keep strong, and keep your head up, Nab. Badai pasti berlalu kok.
Salam super.