Sunday, November 25, 2012

What past is past. But still, I can’t get over this.


Sayangnya, perasaan ku lagi lagi masih sama saat aku bangun pagi ini. Masih belum lelah untuk berharap kamu akan menyapa, “selamat pagi”. Terlalu bebal untuk sadar bahwa semua keacuhanmu itu adalah semua penolakan. Aku hanya masih terlalu naif untuk berhenti menyakiti diri sendiri dengan selalu berharap ‘kita’, suatu hari nanti; mungkin akan sama lagi.

Sayangnya, ada beberapa hal yang memang tidak akan pernah bisa sama lagi. Entahlah. Aku lagi lagi menyangkal, “Ya, mungkin beberapa hal emang ga akan bisa sama lagi. Tapi, ‘kita’ masih mungkin buat bisa sama sama lagi, kan?” Hahaha. Miris memang..

Sayangnya, aku memang terlalu bodoh. Selalu (pura-pura) salah mengartikan semua perlakuanmu ke aku sebagai sebuah harapan. Walaupun, sebenarnya aku pun tau, semua itu cuman hal biasa ; bukan apa apa ; bukan kode buat ngajak balikan; aku tau kok. :sendal: Tapi lagi lagi, karena aku terlalu bodoh, aku melakukan semua itu hanya untuk membuat  ku merasa jauh lebih baik . 

What past is past. But still, I can’t get over this. 

Beberapa peristiwa memang ditakdirkan hanya bisa kauingat, kaukenang, bukan untuk terulang. -@dwitasaridwita

Selamat Hari Minggu :>


Pagi, mblo. Selamat hari Minggu. Cuman mau ngingetin, besok udah Senin. Siap siap ketemu tugas aja. Udah, gausah galau karena belum ada nyelesein tugas. Masih ada beberapa jam kok hari Minggu nya. Nikmatin aja dulu ..
Najis. Besok.senin.gue.TDS. What a wonderful Sunday. Hari ini bener bener harus diisi dengan mantengin soal TDS Matematika yang suer gak imut sama sekali. Kepala gue hampir keriting dan miring sejak tadi bergelut sama soal nomor 8 yang entah kenapa gak kunjung nemu tulang rusuknya. Ditambah lagi, pikiran pikiran absurd gue tentang bi ahh. Malem tadi. Jis. Najis.
Yaudah sih. Keep strong, and keep your head up, Nab. Badai pasti berlalu kok.
Salam super.