Aku tahu jarak bukan apa
Aku jelas mengerti semua nyata
Aku hanya berharap semua ada
Tapi, siapa yang tahu hati akan membawa kemana?
Ketika otak menolak untuk mencerna, ia dibutakan oleh pesona
Ketika semua dipatahkan oleh akal sehat dan logika
Melambung tinggi dengan angan-angan; memburamkan segala
janji dan kata
Kala itu mungkin kau akan lupa
Siapa yang telah menunggumu begitu lama
Yang tak pernah absen merapal do’a
Yang selalu berharap dapat dipertemukan di persimpangan
mimpi tanpa sengaja
Ia mohon jangan pernah lupa; kita pernah ada