Aku selalu suka momen kala hujan seperti ini. Ia dengan magisnya dapat membawa kenangan kembali, yang sebenarnya tidak sepenuhnya pergi; hanya sembunyi. Kemudian bermain dengan angan angan, berkhayal, mereka - reka ; 'mengapa?' 'coba saja..' 'seandainya' ..
Ah. Mengapa? Sudah dia katakan berkali kali, memang harus begini.
Tapi, coba saja ... Coba saja apa? Tak ada yang perlu diulang .
Seandainya saja .. Sudahlah. Ini pasti yang terbaik.
Hujan? Mengapa? Aku hanya butuh jawaban. Atas pertanyaan gamang, beralas luka takberperi ini ; masih sama : Mengapa ia harus pergi?
Hujan tetap diam. Aku pun kembali sepi. Coba saja tanyakan pada petir, kalau berani.