Wednesday, December 19, 2012


Dalamnya perasaan seseorang tak bisa diukur dari kata-kata yang dia ucapkan. Semua diukur melalui tindakan nyata.

-@dwitasaridwita

Karena kamu ..........


Ah. Malam sudah terang. Namun jiwaku masih gelap. Masih. Kuperhatikan lampu lampu jalanan yang berpendar tanpa antusias. Dari jendela kamarku, kuperhatikan setiap orang yang lalu lalang. Bertanya, ‘akankah kutemukan kamu di kerumunan?’  Yah. Mudah untuk menemukanmu di antara ribuan orang sekalipun ; kamu yang paling terang.

Kutarik dalam napas ku. Membiarkan oksigen mengisi penuh paru paru. Masih menatap jalan. Kosong. Sesekali tersenyum. Mengingat berbagai hal, yang mustahil akan terulang.

‘kamu harus berjuang buat ngelupainnya’ .

Memberi banyak kenangan, lalu dengan mudah menyuruh untuk melupakan. Cih. Tak sesederhana itu. Kamu. Mudah untukmu untuk melupakan, mungkin. Karena, apalagi yang harus diingat? Apalagi yang harus dikenang? Aku memang tidak pantas diingat, kan? Tak pernah seberarti itu kan untuk dikenang? Untukmu.

Untukku? Sudahlah. Tak usah tanyakan seberapa berarti nya kamu untukku. Coba pikir. Sudah ditinggal, dilupakan, ah. Tapi masih saja bertahan. Well, you must be special.
Ya, mungkin itulah alasan mengapa aku masih bertahan sampai sejauh ini.

Karena kamu ... (masih)istimewa.mungkin..........