Ah. Malam sudah terang. Namun jiwaku masih gelap. Masih. Kuperhatikan lampu
lampu jalanan yang berpendar tanpa antusias. Dari jendela kamarku, kuperhatikan
setiap orang yang lalu lalang. Bertanya, ‘akankah kutemukan kamu di
kerumunan?’ Yah. Mudah untuk menemukanmu di antara
ribuan orang sekalipun ; kamu yang paling terang.
Kutarik dalam napas ku. Membiarkan oksigen mengisi penuh paru paru. Masih
menatap jalan. Kosong. Sesekali tersenyum. Mengingat berbagai hal, yang
mustahil akan terulang.
‘kamu harus berjuang buat ngelupainnya’ .
Memberi banyak kenangan, lalu dengan mudah menyuruh untuk melupakan. Cih.
Tak sesederhana itu. Kamu. Mudah untukmu untuk melupakan, mungkin. Karena,
apalagi yang harus diingat? Apalagi yang harus dikenang? Aku memang tidak
pantas diingat, kan? Tak pernah seberarti itu kan untuk dikenang? Untukmu.
Untukku? Sudahlah. Tak usah tanyakan seberapa berarti nya kamu untukku.
Coba pikir. Sudah ditinggal, dilupakan, ah. Tapi masih saja bertahan. Well, you
must be special.
Ya, mungkin itulah alasan mengapa aku masih bertahan sampai sejauh ini.
Karena kamu ... (masih)istimewa.mungkin..........