Sayangnya, perasaan ku lagi lagi masih sama saat aku
bangun pagi ini. Masih belum lelah untuk berharap kamu akan menyapa, “selamat
pagi”. Terlalu bebal untuk sadar bahwa semua keacuhanmu itu adalah semua
penolakan. Aku hanya masih terlalu naif untuk berhenti menyakiti diri sendiri
dengan selalu berharap ‘kita’, suatu hari nanti; mungkin akan sama lagi.
Sayangnya, ada beberapa hal yang memang tidak akan
pernah bisa sama lagi. Entahlah. Aku lagi lagi menyangkal, “Ya, mungkin
beberapa hal emang ga akan bisa sama lagi. Tapi, ‘kita’ masih mungkin buat bisa
sama sama lagi, kan?” Hahaha. Miris memang..
Sayangnya, aku memang terlalu bodoh. Selalu
(pura-pura) salah mengartikan semua perlakuanmu ke aku sebagai sebuah harapan.
Walaupun, sebenarnya aku pun tau, semua itu cuman hal biasa ; bukan apa
apa ; bukan kode buat ngajak balikan; aku tau kok. :sendal: Tapi lagi
lagi, karena aku terlalu bodoh, aku melakukan semua itu hanya untuk membuat ku merasa jauh lebih baik .
What past is past. But still, I can’t get over
this.
No comments:
Post a Comment