Saturday, October 19, 2013

사고쳤어요

Dengan ditemani hangatnya malam ini, aku persembahkan surat ini untukmu

Hai, 

Sebelumnya, aku minta maaf kalau aku lancang. Tapi, sungguh. Mengaggumimu dengan cara seperti ini benar benar diluar kehendak isi kepalaku. Kalau tidak percaya, bongkar saja isi kepalaku. Disana, kau akan temukan jawaban 'tidak' di setiap pertanyaan 'apakah aku menyukaimu'. Aku hanya tidak bisa lagi melawan isi hati ku. Ia selalu memaksaku untuk mengakui dan melakukan semua hal diluar kendaliku. Bukannya aku tidak pernah melawan, aku selalu berusaha melawan suruhan suruhan bodohnya. Hanya saja... Ck. Lagi lagi kau tidak percaya, ya? Baiklah, kau bisa tanyakan pada dinginnya malam ketika aku mengadukan betapa kurang ajarnya hati-ku karena tidak menuruti apa kata isi kepala-ku. Sebut aku bodoh, tapi memang begitu adanya. Walaupun ia tidak menjawab ketika kutanya hingga berbusa, tapi setelah itu, sedikit demi sedikit keraguanku untuk memilih antara isi kepala dan hati-kurang-ajar mulai berkurang. Dan aku pun menetapkan pilihan.

Ayo kita masuk ke inti ceritanya.      

Jadi, begitulah awalnya. Sungguh, aku benar benar tidak pernah berpikir untuk merencanakan untuk, mm seperti ini. Kemudian, soal kelancanganku. Tolong maafkan ya, kalau aku suka sedikit menguntitmu. Hanya sedikit. Maksudku, penguntitan ini hanya berskala kecil, jadi aku harap kau tidak marah banyak banyak. 
Ngg, setelah aku memutuskan untuk memerangi gengsi, keberanian, dan ketabahanku, akhirnya aku berhasil menambahkanmu di daftar pertemanan jejaring sosial facebook-ku. Alhasil, setiap malam aku rajin dan tanpa lelah mengunjungi timeline facebookmu. Cek foto yang selalu itu itu saja, status yang masih sama, selalu tidak ada perubahan berarti. Selalu begitu setiap malam sambil terus berharap tidak terlalu tinggi supaya dengan keajaiban kau bisa mengirimiku pesan, apapun itu.

Ohiya. Ngomong ngomong, Kau baru saja mengganti model rambutmu, ya? Terlihat bagus untukmu. Kau terlihat lebih manly dengan gaya rambut seperti itu, ditambah lagi dengan muka super jutekmu yang menyebalkan itu. Huh. Bagaimana bisa aku diam diam memperhatikan orang seperti mu? I must've lost my mind. 


Kita pernah beberapa kali berpapasan dan hampir setengah kalinya kau selalu langsung memalingkan muka dengan raut wajah kebencian. Bukannya aku berharap untuk ditatap lama lama oleh orang seperti mu, tapi, haruskah sejutek itu? Seharusnya kau lebih memikirkan perasaanku. Bisa saja kan kalau memang kau tidak suka melihat wajahku, kau bisa melihat objek lain di sebelahku, atau pura pura mengucek mata, atau pura pura bersin, atau apalah. Jadi, itu bisa menjadi alasan untuk tidak melihat ke arahku. Tapi........tunggu. Siapa aku sehingga kau harus memikirkan perasaanku ketika memutuskan untuk memalingkan muka atau tidak ketika berpapasan denganku? Siapa aku sehingga kau harus peduli dengan semua ini? Haaaaaaaaaaa.benar benar. Sepertinya aku sudah gila. 




Yaaah. Gak kerasa ya udah bulan Oktober. Sebentar lagi Desember. Setelah Desember, pergantian tahun. Setelah masuk tahun baru, masuk tahun ajaran baru, lalu .....*isisendiri* Mungkin hanya aku yang bakal merasa kehilangan disini. Karena pastinya rasa kehilangan ini gak bakal berbalas. Jangankan rasa kehilangan, rasa yang 'itu' aja gak berbalas. *ketawamiris* *jedukinpalaketembok*

Dan lagi, aku kembali berpikir. Apa yang kutulis disini, semua yang aku rasakan sekarang, dan sebagai sebagainya adalah semua sia sia.gak berguna. Maksudku,will I ever cross your mind? haha. Jangankan terlintas di benakmu, will you ever notice me aja jawabannya masih gak bakal. *hening* *heningselamanya* 

Ah. Yasudahlah. Sepertinya surat konyol ini sudah terlalu kepanjangan. Selamat Malam!

2 comments:

~RinaRirinRaina~ said...

Asli bil, ini tentang itu kah? jangan kira aku jarang ngecek blogmu lagi.. oh ya, comment tentang post ini Free PukPuk aja deh, tapi kalo kamu masih mau aku deketin kamu ke dia, mungkin bisa. hehehe ^^

Nabila said...

Nggg Iya... masih tentang dia. Tapi aku udah gak mau nulis tentang spidol lagi, aaaaaaaaahhhh.