Geng, alhamdulillah setelah digantungin selama sebulan, akhirnya aku jadian juga. Eh salah. Maksudnya, aku lulus, geng. Alhamdulillah nilaiku juga lumayan. Alhamdulillah orangtua gak berkicau masalah nilai melainkan merasa bersyukur telah mempunyai anak yang cantik juga baik hati yang sudah lulus SMP dengan nilai yang tidak buruk. Alhamdulillah juga aku sudah bisa mengikhlaskan Noiso untuk orang lain. Eh salah. Tapi bener. Yah seterah aja yang penting Noiso senang.
Aku tau bagi kalian yang gak tau Noiso bakal garuk garuk lantai karena kepo gak ketulungan pingin tau siapa yang Nabila lagi suka. Tapi, Noiso adalah Noiso. Forever Noiso. Always Noiso. . . And no, I'm not gonna tell you the real Noiso. . . Aaaahhh.
Baiklah, karena aku tau rasanya kepo gimana, dan gak enak, jadi aku bakal ngasih tau, sedikit, tentang Noiso.
Noiso adalah seseorang yang mampu membuatku bertahan untuk tetap percaya 'cinta bertepuk sebelah tangan itu gak kesian kesian banget' sampai sejauh ini. Walaupun sampai milidetik ini aku nggaktau apa alasan yang membuat aku cukup mampu untuk bertahan. Dan itu juga yang membuatku sadar bahwa aku sungguh mulia karena selalu memberi tanpa pamrih. Dan Noiso, kamu sungguh buruk rupaa!!
Noiso adalah seseorang yang secara tidak langsung mengajarkanku untuk sadar, cinta itu gak harus melulu tentang balasan. Tapi selalu tentang ikhlas dan mengesampingkan balasan.
Dan Noiso adalah orang pertama yang membuatku mampu menjadikannya motivasi dalam setiap hal hal yang kubenci. Seperti, masuk sekolah misalnya. Daaaaaan, udah segitu aja.
Sebenernya masih banyak spoiler tentang Noiso yang aku masih simpan di draft. Tapiii, karena aku unyu dan mencintai Noiso dengan segala keburuk rupaan nya, aku belum bersedia untuk membaginya kepada kalian. Oke sekian tentang Noiso.
Sekarang aku sedang disibukkan dengan pikiran pikiran tentang akan jadi seperti apa aku nanti di SMA. Tentang penjurusan ipa dan ips. Tentang bagaimana aku harus benar benar belajar dengan sangat keras demi mengabulkan harapan besar Ayah untukku. Iya, Ayah benar benar menginginkan putrinya untuk bisa masuk UGM nantinya, just like him. Dan serius, mengingat betapa tidak terhitung banyak kali nya aku sudah mengecewakan beliau, kali ini aku harus benar benar benar benar serius. Dan lagi, aku berpikir tentang noiso yang sudah mengubah hidupku dengan sangat alay, jelas sekali aku akan merindukannya.
Udahlah segitu aja. Kalo kebanyakan aku bisa pusing karena keberatan kenangan. Udah ya.
Selamat siang, dan tetap semangat!!! ^^

No comments:
Post a Comment