Hai. Malam ini aku lagi lagi sedih. Haha. Sedih aja terrus, Nab. Mungkin bukan cuman malam ini. Malam malam kemaren juga sedih. Tapi mungkin ini yang terburuk. Rasanya kayak ditampar, habis tu ditonjok, terus dicakar cakar, keluar darah, darahnya ditetesin pake jeruk nipis. Dan terakhir, didorong dari lantai tingkat sekian kayak di tv tv.
Aku sayang coro and friends, banget. Aku juga sayang Ayah sama Ibu, tanpa jeda. Aku juga sayang sama kamu.
Aku pernah ngomong sama diri sendiri, 'kamu tau kan sakitnya cinta. Eakk. Bro, hidup ini keras. Kamu berani jatuh cinta, kamu berani ngerasain sakitnya. Jadi, gausah jatuh cinta lagi. Mending terusin sama yang lama. Maksudnya, ngestuck gituu.. Kamu gakbakal ngerasain rasa sakit yang baru. Yekan? Udah, stuck aja.."
Mungkin aku memang bukan penganut ajaran 'life must goes on' yang taat. Buktinya aku masih suka ngingetin diri sendiri supaya jangan lupa ngestalk timeline mantan setiap sekian jam sekali. Kali kali dia udah punya gebetan baru yang bisa ngubah dia buat rajin sholat. Atau kali dia udah punya cewek baru yang bisa ngebuat dia senyum senyum sendiri kalo disms. Aku kan gakmau dibilang kudet, kata anak anak gaul jaman sekarang.
Tapi, ngestuck emang gak selamanya indah. Emang enak ya, ngorek ngorek luka yang sama setiap harinya? Awalnya emang biasa aja. Rasanya udah kebiasa. Tapi lama lama malah jadi infeksi. Terus jadi nanah. Terus, terus gaktau terusannya. Setauku kalo udah jadi nanah gitu susah banget disembuhinnya. Musti diobatin rutin. Musti nahan buat gak digaruk lagi. Padahal kan gatel, udah kebiasaan sih ngubek ngubek kenangan. Waktu disuruh berhenti, susah. Megap megap. Obatnya pun susah dicari. Sangking udah parah banget lukanya. .
Iya, ceritanya itu aku.
Jadi sekarang aku harus apa? Bangkit? Ayo, yok. Mendaki mantan, lewati kenangan, bersama coro kita move on! Ah. Garing, nab. Iya, aku emang gak pinter ngelawak. Apalagi ngelepasin kamu. .
Seorang Dini semalaman ini ngajakin aku ngobrol keras. Topiknya berat banget. Yah, gak jauh jauh lah dari ngomongin orang. Dari situ aku jadi sadar cinta nya Dini ke aku setinggi Himalaya. Dini berkata, "kita memberikan celah ke jalan yang kamu takut untuk lewati karena takut melepas,nabila. que sera sera"
Jelas dari kalimat itu dia emang pingin bantuin aku buat ngelewatin jalan setan ini. Otw melepaskan maksudnya. Jelas, kan maksudnya baik. Aku benar benar menghargai itikad baiknya. Hanya mungkin aku hanya tidak suka cara nya melakukannya. . Mungkin.
Mungkin juga aku hanya takut soal apa yang bakal terjadi setelah ini. Aku hanya terlalu takut ngelawan perubahan yang mungkin bakal muncul. Aku belum siap, aku belum pinter seni bela diri buat ngadapin kamu. Maaf, aku gasuka perubahan.
Ah, udah setengah 4 subuh bayangin. Aku galau berkepanjangan gak bosen apaya? Udah deh. Matahari nya bentar lagi mau terbit. Hari Nabila yang baru juga pingin terbit. Hari baru kalian juga harus segera terbit. Yang lama sudah terlalu usang buat dijalanin. Biarin jadi kenangan, terus diiket rapih masukin dalam memori, dan jadiin pelajaran buat hari hari kalian selanjutnya. Aku juga pingin senyum tanpa beban, tanpa beban yang terus terusan minta dilepasin. Maaf selama ini aku terlalu kenceng ngiket kamu di sini. *ngelushati*Aku longgarin deh, janji. Jadinya kamu bisa pergi tanpa terus terusan aku ganggu. Hihi. X)
Saturday, June 22, 2013
Monday, June 3, 2013
Stay
This is all for you
How you make the sky turn blue
On a cloudy day when you're not here,
I wish to feel your presence near,
Never had I gone one day missing,
The boy that I wanna be kissing,
and it's true,
That I never think I'll feel like this towards you but the damage is deep, I wanna be yours to keep,
Never ever go away,
Cause I wanna be here to stay
Just So That You Know
"I miss you, when something really good happens, you're the first one I want to share it with. Because I miss you when something is troubling me, you're the only one who would've understand.
Because I miss you, when I laugh and cry, you're the only one who could make me laugh harder and make my tears disappear.
I don't know where we went and why we grew apart, but you should know, I miss you."
Afternun geng! Pak Cik, Mak Cik, Cik Gu, dan Coroers yang selalu baik sama aku. Tanpa kalian, aku bukanlah jomblo yang kuat seperti sekarang, terimakasih.
Geng, alhamdulillah setelah digantungin selama sebulan, akhirnya aku jadian juga. Eh salah. Maksudnya, aku lulus, geng. Alhamdulillah nilaiku juga lumayan. Alhamdulillah orangtua gak berkicau masalah nilai melainkan merasa bersyukur telah mempunyai anak yang cantik juga baik hati yang sudah lulus SMP dengan nilai yang tidak buruk. Alhamdulillah juga aku sudah bisa mengikhlaskan Noiso untuk orang lain. Eh salah. Tapi bener. Yah seterah aja yang penting Noiso senang.
Aku tau bagi kalian yang gak tau Noiso bakal garuk garuk lantai karena kepo gak ketulungan pingin tau siapa yang Nabila lagi suka. Tapi, Noiso adalah Noiso. Forever Noiso. Always Noiso. . . And no, I'm not gonna tell you the real Noiso. . . Aaaahhh.
Baiklah, karena aku tau rasanya kepo gimana, dan gak enak, jadi aku bakal ngasih tau, sedikit, tentang Noiso.
Noiso adalah seseorang yang mampu membuatku bertahan untuk tetap percaya 'cinta bertepuk sebelah tangan itu gak kesian kesian banget' sampai sejauh ini. Walaupun sampai milidetik ini aku nggaktau apa alasan yang membuat aku cukup mampu untuk bertahan. Dan itu juga yang membuatku sadar bahwa aku sungguh mulia karena selalu memberi tanpa pamrih. Dan Noiso, kamu sungguh buruk rupaa!!
Noiso adalah seseorang yang secara tidak langsung mengajarkanku untuk sadar, cinta itu gak harus melulu tentang balasan. Tapi selalu tentang ikhlas dan mengesampingkan balasan.
Dan Noiso adalah orang pertama yang membuatku mampu menjadikannya motivasi dalam setiap hal hal yang kubenci. Seperti, masuk sekolah misalnya. Daaaaaan, udah segitu aja.
Sebenernya masih banyak spoiler tentang Noiso yang aku masih simpan di draft. Tapiii, karena aku unyu dan mencintai Noiso dengan segala keburuk rupaan nya, aku belum bersedia untuk membaginya kepada kalian. Oke sekian tentang Noiso.
Sekarang aku sedang disibukkan dengan pikiran pikiran tentang akan jadi seperti apa aku nanti di SMA. Tentang penjurusan ipa dan ips. Tentang bagaimana aku harus benar benar belajar dengan sangat keras demi mengabulkan harapan besar Ayah untukku. Iya, Ayah benar benar menginginkan putrinya untuk bisa masuk UGM nantinya, just like him. Dan serius, mengingat betapa tidak terhitung banyak kali nya aku sudah mengecewakan beliau, kali ini aku harus benar benar benar benar serius. Dan lagi, aku berpikir tentang noiso yang sudah mengubah hidupku dengan sangat alay, jelas sekali aku akan merindukannya.
Udahlah segitu aja. Kalo kebanyakan aku bisa pusing karena keberatan kenangan. Udah ya.
Selamat siang, dan tetap semangat!!! ^^
Subscribe to:
Comments (Atom)


